today's information

30 November 2007

sebenarnya di "wedangan" itu...

Berkerumun anak-anak muda dengan kaos oblong dan sandal jepitnya di sebuah warung kecil yang menjual makanan ringan, lauk pauk dan nasi bungkus pastinya atau biasa disebut hik atau wedangan kalau di Solo dan Jogja. Sambil bercengkerama dengan temanya mereka makan nasi seadanya itu dengan nikmatnya, jika kita bandingkan nasi bungkus yang satu ini dengan sepiring nasi hangat yang dirumah sudah pastilah sangat berbeda. Hanya sekitar satu centong nasi yang dirumah ditambah sedikit, sangat sedikit potongan ikan bandeng, yang kalau kita bandingkan dengan besarnya ikan bandeng yang dijual dipasar mungkin sekitar 1 : 10 nya. dengan sambal merah yang cukup pedas rasanya menambah meriah suasana di wedangan itu. Teh hangat yang dihantarkan oleh salah satu staff wedangan itu lumayan bisa melegakan tenggorokan dan menghangatkan badan ketika musim hujan.


Alhamdulilah, setelah menyantap dua nasi bungkus dan gorengan diwarung itu perut sudah mulai ada isinya, tenaga kembali ke normal lagi dan siap tancap gas lagi untuk aktivitas selanjutnya.

Itulah yang biasa dirasakan mahasiswa normal seperti saya, dengan ke-apaadanya-an bisa mendapatkan kesempatan yang luar biasa hidup di dunia yang penuh dengan dinamika seperti ini.

Google
 
your search end here